Wednesday, August 1, 2018







16 Januari 2018,
Setelah dokter melihat hasil X-ray paru-paru saya, saya divonis dokter menderita penyakit tuberculosis paru. Penyakit yang bahkan ga pernah terpikir olehku seperti disambar petir tau penyakit ini. *alah lebay

Jujur awalnya aku sangat minder sekali divonis dokter menderita Tuberculosis Paru. Ibu dokter bahkan terheran-heran melihatku bagaimana bisa bertahan dengan kondisi 'paru-paru yang sangat kotor'

"Dijeee .. kamu ini kok lama sekali cek ke dokter? hasil X-ray Paru-paru kamu jelek sekali"
"Iyah dokter .. aku memang salah .. suka menunda-nunda" jawabku

Awalnya penyakitku ini kukira hanya penyakit batuk ringan, tapi ternyata kata dokter kalau batuk sudah lebih dari 2 minggu, harus segera dicek dengan tuntas. Dan itu tidak kulakukan, hingga akhirnya aku menyiksa paru-paruku sendiri dengan bakteri Tubercle bacillus. Phufftttt!

Dokter menyuruhku untuk cek berat badan dan beratku berkurang 2 kg dari minggu lalu aku cek.

"Penderita TB memang akan selalu berkurang berat badannya, habis ini kamu makan rutin, semuanya boleh dimakan kok, ga ada pantangan.Okay ? Kamu harus berjuang buat sembuh! " kata dokter menyemangatiku

Akhirnya aku pulang dari laboratorium dan bertekad untuk segera sembuh dari penyakit ini secepat mungkin. Fyi gaes .. Penyakit tuberculosis memang jadi penyakit yang mewabah di negara berkembang dengan kurangnya kesadaran kesehatan. Apalagi sering bergaul di lingkungan dengan orang-orang perokok aktif, dan aku yang menjadi perokok pasif. Makin lengkaplah!

Kalian bisa baca lengkap tentang bahaya penyakit Tuberculosis yang mematikan sangat lengkap di wikipedia, klik di sini .

Aku bacanya speechless, betapa bodohnya, selama ini suka menunda-nunda cek sampai tuntas. Bener-bener bego! Coba aku jelasin dulu bagaimana begonya aku dulu, supaya jadi bahan pelajaran dan kalian ambil hikmahnya dari ketololanku ini.

Setiap weekend selama di Makassar ini, aku rajin mengikuti kegiatan travelling dari banyak komunitas, yang intinya semua jalan-jalan. Nah, sudah anak kos dan cuek sama kesehatan sendiri memang fatal sekali akibatnya.

Jadi aku terciprat bakteri tuberculosis ini dari udara, mungkin dari bersin temanku yang juga seorang penderita TB dan udaranya terhirupku dan masuk ke paru-paruku. Sialnya lagi kondisi badanku saat itu drop kecapaian. Itulah cikal bakal kemungkinan besar gimana bakteri TBC bisa masuk ke paru-paruku. Jadi sekarang berhati-hati dengan perokok apalagi perokoknya suka batuk-batuk. Sudah dialah itu pelakunya! Kalau tidak segera diobati, dan suka absen minum obat, bakteri akan kebal terhadap antibiotik dan pasien 50% akan meninggal. Ampunnn dijee seremnyaaa :(((

Terimakasih banyak-banyak buat pemerintah yang peduli terhadap penderita TB seperti saya ini, bisa dapat obatnya gratis selama 6 bulan masa pengobatan.

obat TB yang harus rutin diminum teratur 

Ini obat yang harus diminum selama 3 bulan setiap hari 3 butir. Jam minum juga yang mempengaruhi keberhasilan melenyapkan bakteri. Intinya harus disiplin, ga boleh terlewat seharipun. Pokoknya aku udah siapin obat ini di depan meja kerja, jadi mudah untuk mengambilnya selesai makan siang.

Kalau dulu setiap malam aku bakalan ga bisa tidur terbatuk-batuk, dan akhirnya aku demam. Satu minggu pertama, obatnya sangat bekerja efektif. Batuknya banyak berkurang dan aku bisa bernafas dengan sangat baik tanpa demam dan keringat dingin di malam hari.

Tanggal 16 Januari 2018 -  16 Mei 2018 aku menuliskan di blog ini, artinya aku sudah masuk 4 bulan masa pengobatan.  Setiap pagi selama sebulan pertama, sepertinya tubuhku juga berjuang untuk membuang bakteri. Jadi setiap pagi, aku selalu keluarkan dahak kental yang berangsur-angsur berkurang.

Puji Tuhan Maha Baik, sekarang ga ada dahak lagi. Semua sudah seperti normal, bebas tanpa batuk-batuk lagi. Sisa 60 hari lagi masa pengobatanku .. harus tetap disiplin demi sembuh! Aku senang sekali aku dikelilingi keluarga yang baik dan suka support, walaupun mereka awalnya juga terheran-heran, kok bisa aku dapat penyakit gitu seramnya.

Yaaaa nasiiiib cyinn, semoga jadi pembelajaran buat semua. :)))))

I will update again .. see you in 60 days :D

after 60 days  

Akhirnyaaaaaaaaaaaaaaaa 25 Juli 2018, Selesai sudah proses penyembuhan diriku dati TB Paru 6 bulan tanpa henti minum obat. Sekarang saya sudah bisa bernafas, berenang, travelling, tidur, makan, ngobrol dengan tenang tanpa harus diselingin dengan batuk-batuk yang menyiksa. Akhirnya, puji Tuhan.

Kesehatan itu mahal harganya. Dibayar dengan disiplin minum obat setiap hari, tak ada seharipun aku lupa minum obat, karena memang sudah kesadaran diri sendiri, menjauhin teman-teman perokok aktif, lebih rutin minum vitamin dan jaga kebersihan. Biarin aja deh aku dibilangin kudet, ga pernah nongkrong, ga gaul yang penting diriku sehat. Selama kita sehat, bisa bebas melakukan apa saja.

Terimakasih buat ibu dokter dan ibu petugas puskesmas yang baik hati membantu kesembuhanku, aku doakan sehat selalu dan dilimpahkan rezeki dariNya. Amin.

Nah, buat temen-temen yang dicurigain rajin batuk, ga sembuh-sembuh juga, segera deh, cek lab dan X-ray paru-paru dulu, siapa tau kena bakteri TBC, supaya segera dapat pengobatan. Jangan takut dan malas untuk berobat. Ayoooo semangat sembuh! :))))


finally, i feel freeeeee


I love you all :))))
xoxo

@daisyjuliaaa - mantan pasien yang hampir mati konyol karena TB Paru

Post a Comment: