Monday, April 29, 2019

Karena semakin kuatnya basis Belanda di Banda Naira, akhirnya dibangunlah kantor gubernur Hindia Belanda tahun 1622. Gedung yang ada sekarang bukanlah yang asli. Yang asli sudah rubuh karena gempa tahun 1683 dan lokasinya di dalam benteng Nassau. Lalu Belanda membangun kembali istana baru dengan view laut yang sekarang ini, bisa melihat pulau Banda Besar.

Isi dalam Istana MIni hanya ruangan kosong. Lantainya coklat mengkilap, gaya arsitektur Eropa. Istana ini luas sekali sampai belakang masih banyak ruangan-ruangannya.

Satu yang paling unik di dalam istana mini ini adalah kisah dibaliknya goresan di kaca depan Istana.

Adalah seorang koki gubernur Belanda yang bernama  Rutger Marten Schwabing berkebangsaan Prancis yang turut ikut dalam kapal VOC ke Banda Naira.

Rutger ikut tinggal dalam istana memasakuntuk sang gubernur. Awalnya dia dijanjikan akan segera kembali ke Belanda setelah dari Banda Naira. Tapi tahu berganti tahun, janji tak ditepati sang gubernye.

Rutger merasa sepi, kerinduannya sangat mendalam untuk keluarganya, kampung halamannya. Rutger homesick paraaaahh. Keinginan Rutger untuk keluar dari Banda Naira sangat besar tapi tak punya kuasa apapun.

Hingga akhirnya tgl 30 September 1831, Rutger Marten Schwabing menuliskan persaan rindunya di kaca jendela istana dengan goresan cincin berliannya.

"When the bells ringing, before the rioster crows. All of the blessing and happiness to my family"
Rutger Marten Schwabing

Setelah menuliskan semua perasaan rindunya di kaca, Rutger bunuh diri dengan cara menggantung dirinya di kamarnya. Tulisan  Rutger ini masih ada sampai sekarang di kaca jendela Istana Mini di Banda Naira.

Cerita tentang kematian tragis Rutger ini juga sebagai reminder bahwa kerinduan dan kesepian yang mendalam sudah cukup jadi alasan untuk bunuh diri. Pls dont try it.

So guyss, tahun 2019 ini, kalau ada masalah, carilah teman untuk curhat atau segera ke psikolog untuk bercerita yaaaa. Untuk generasi sehat mental.

Oh yaa, kamu pernah melihat tembakan meriam mengenai dinding ? Di Istana Mini ini kita bisa melihat tembakan meriam saat perlawanan melawan Belanda. Sebagai bukti sejarah, kemudian bekas tembakan dilapisi kaca supaya bisa dilihat seterusnya.

Semakin masuk ke halaman belakang, kita akan melihat patung King Willem III. Patung ini dibawa oleh kapal VOC ke Banda Naira .. adanya patung ini semakin menegaskan kalau Banda Naira adalah milik Belanda.

Begitulah sedikit cerita dan gambaran Istana Mini di Banda Naira, semoga bermanfaat yaaa


@daisyjuliaaa - collecting some good memories in Banda Naira
Istana Mini dulu awalnya adalah kantor deputi gubernur VOC. Disebut-sebut mirip dengan Istana Prsiden di Bogor, mirip tiang-tiangnya.

Dulunya kantor deputi gubernur VOC, ada di dalam benteng Nassau, tahun 1638. Terjadi gempa, hingga akhirnya dibangun kembali menghadap pantai dan bisa melihat pulau Banda Besar.


Post a Comment: