Tuesday, May 14, 2019



"Coba deh kamu tanya sama diri kamu sendiri, kamu sanggup ga kalau libur nih, 6 hari tinggal terus-menerus di dalam rumah, atau di dalam kamar, ga tertarik kemana pun?" tanya psikolog

" Sanggup. Malah suka banget" jawabku

"Ya artinya kamu introvert"

WHAT??? That shocken me!

I dont know how to start confession about my personality that i am an introvert. Jujur, awalnya aku mengira-ngira diriku adalah seorang extrovert. Aku merasa cerewet, merasa punya banyak teman, haha hihi, suka traveling, kita have fun bareng. Tapi dari semuanya itu, aku bisa sangat lelah setelah berkumpul atau setelah dari keramaian. Ternyata kebiasaan-kebiasaan itu cukup jadi petunjuk kalau kepribadianku adalah seorang introvert. Seseorang yang justru sangat menikmati kesepian.




Kenyataan ini sungguh mengejutkanku. Seriusan hahahaha 😃

Memang ga ada yang salah dengan menjadi seorang introvert, hanya saja, orang taunya jadi introvert itu minderan dan pemalu. Minderan dan malu justru ga ada di kamusku. Orang keliru mengartikan introvert.

Introvert hanya malas berbasa-basi dan berkumpul dengan orang-orang kalau ga penting. Tidak terlalu suka keramaian. Tipekal orang yang berpikir lebih melihat ke dalam dirinya. Lebih memilih menyendiri dan bersenang-senang dengan dunia dalam kesepian. Ga suka yang gaduh, ribut, hingar-bingar.

Setelah berkumpul dengan teman-teman, aku perlu waktu menyendiri untuk mengumpulkan kembali tenaga. Butuh waktu untuk 'me time' lebih banyak.  Dan itu beneran terjadi padaku. Pernah tuh, aku jalan bersenang-senang haha hihi sama teman, selesai acara berkumpul .. entah kenapa aku punya kebiasaaan untuk menghilang, lalu  handphone mati, no contact sama sekali. Sampai aku merasa cukup tenaga kembali, untuk berkumpul dengan teman-teman.

Cukup anehkannn hahahaha ... dan itu sering sekali terjadi :D


Tidak ada yang salah dengan menjadi extrovert ataupun introvert. Keduanya baik.

Itulah mengapa, kita perlu mengenal diri kita lebih dalam yaa, supaya bisa mengetahui ke mana sebenarnya minat dan karir di masa depan.

Selama setahun belakangan ini, aku sedang mendalami fotografi. Aku suka sekali belajar fotografi. It just clicked with me.  Nah dalam fotografi ada banyak genre-genre yang diwajibkan untuk hunting mengasah skill. Nah, setelah menganalisa kebiasaanku yang cenderung introvert, akhirnya aku paham, kenapa dalam fotografi, aku lebih suka disuruh hunting foto yang ga perlu banyak orang, bisa menyendiri. Aku suka sekali foto underwater, macro, portrait dan landscape. Favorit banget kalau genre-genre foto ini, berbanding terbalik kalau disuruh hunting foto stage, event. Bener-bener habis terkuras tenagaku. Makanya salut sekali dengan mereka yang berhasil di bidang ini.



Dan menjadi seorang introvert juga membuatku memilih tempat-tempat traveling, adalah tempat-tempat yang jaaaauuuuh dari keramaian. Kesukaanku adalah pergi ke tempat yang minim hiruk pikuk, damai, menenangkan hati. Aku bisa banget bahagia di tepi pantai hanya memandang laut lepas di pulau, atau desa terpencil. Waaaah .. Enak bangett rasanya. Cobain deh :D

Enaknya jadi introvert adalah jadi selektif dalam pertemanan. Eh tapi jangan salah yaaa, aku bisa berteman dengan siapa saja, apalagi hobi traveling, bisa temannya dari semua kalangan dan itu menyenangkan kok. Hanya saja untuk cerita, percaya ke orang-orang tertentu saja dan jumlahnya sangat sedikit. Minim mengonsumsi gosip, minim dosa buat ceritain orang hahaha. Nilai plusnya jadi seorang introvert adalah lebih memaksaku untuk jadi kreatif,  lebih fokus menekuni hobi yang disuka, lebih sering menulis, membaca dan lebih banyak mendengar.

Sampai di titik ini, yaah semuanya masih biasa aja, tapi tetap masih bingung juga, mau ngapain ?

SO WHAT KALAU INTROVERT ??

Sampai aku ketemu satu link ini www.16personalities.com
Ikut iseng-iseng lucu aja tesnya, hasil tesnya personalities adalah Advocate





HAHAHAHA .. introverted 75% anjayyyy :D

Okeee, kemudian pertanyaannya gimana caranya supaya dengan kepribadian ini bisa berkembang? 

Caranya dengan memilih dan menekuni bidang yang memungkinkan aku berkembang sesuai dengan kepribadian asli. Pertama sekali harus mengenal terlebih dulu apa itu INFJ. 

Dilansir dari verywellmind.com, orang-orang dengan kepribadian INFJ sangat cocok berkarier di bidang yang memungkinkan mereka bisa mengekspresikan kreativitasnya. Orang dengan tipe kepribadian INFJ bisa sangat pas bekerja di bidang yang memberi mereka ruang untuk berkreasi sekaligus membuat perubahan yang bermakna untuk lingkungan sekitarnya.



INFJ memiliki kecenderungan memiliki empati dan perhatian yang tinggi, komitmen, tekun, idealis, perfeksionis, memegang prinsip, kreatif, visioner, dan bisa menginspirasi. Saran profesi yang cocok adalah pengajar, psikolog, pekerja sosial, fotografer, seniman, designer, child care.

Pilihan pekerjaan yang cocok untuk kepribadian INFJ :

1. Seniman.
2. Aktor.
3. Pengusaha.
4. Religious worker.
5. Musisi.
6. Pustakawan.
7. Konselor.
8. Psikolog.
9. Penulis.
10. Guru.
11. Fotografer

Aku sampai googling banyak-banyak untuk cari lebih dalam pilihan profesi yang sesuai minatku. Dan dua-duanya mention fotografer. Waaaaaaaaaah .. pas bgtt yaa, pekerjaan idamanku adalah sesuai hobiku. Fotografi dan menulis. So .. sekarang lebih fokus untuk mendalami dua bidang ini.

Jadi gituuuuu deh curhatku guys, mau extrovert mau introvert, pilih yang membuat nyaman dan berkembang yaaa, ayo kenali lagi diri kamu sendiri :))

So, which one are you ?

@daisyjuliaaa - accepting herself as being an INFJ

Post a Comment: