Sunday, June 30, 2019


Yipppie, Made it to Manado. Akhirnya checklisted  dari destinasi. Sudah lama sebenarnya pengen ke Manado, dan penantian berbuah manis, akhirnya bisa berkunjung ke kota doa, Manado.

Pesawat mendarat sempurna di bandara Sam Ratulangi, Manado. Dari jendela pesawat terlihat jelas banyak sekali pohon kelapa tumbuh. Sulawesi Utara terkenal sebagai penghasil kopra terbesar di Indonesia.

Sebenernya todolist paling atas mengunjungi Manado adalah pengen berenang di pulau Bunakennya. Ternyata untuk ke pulau Bunaken dan island hopping adanya tiap Sabtu. Jadilah kami free itinerary selama 2 hari. Thankyouuu so much buat bang Pudin yang sudah kenalkan bang Keyn, akhirnya kita ga kosong-kosong amat di Manado.

Setelah sampai penginapa, lanjut makan siang, aku putuskan untuk melihat sunset di Monumen Yesus Memberkati. Ternyata monumen itu ada di perumahan letaknya. Kalau dilihat dari jauh, cakep patungnya. Btw patung ini mirip seperti patung Yesus di Brazil yang tingginya 30 meter. Mantul gann

Esoknya ditemani dengan bang Keyn, kita jalan ke Bukit Kasih, melihat kawah belerang dengan 5 rumah ibadah di Indonesia. Pemandangan dari Bukit Kasih oke jugaaa,hijau hijauuuu adem di mata. Oh ya, kami putuskan tidak treking, mau lanjut ke Danau Linow, kawah sulfur berair kehijauan , tapi lucnya ada ikan yang hidup dalam danau ini. Buktinya waktu kita lagi bengong-bengong syantiiik, ada aja ikannya terbang hehehhe kocak. Suasana di danau LInow ini enaaak bangett, sejuk, banyak bunganyaaa .. kalau suka ngopi dan ngobrol bareng kelaurga teman terdekat ini pas bgt tempatnya. Setiap weekend pasti fullhouse, ga heran .. viewnya bagus soalnya.

Kemudian lanjutlah kami ke Benteng Moraya sebelum keburu gelap. Di benteng Moraya ini kita bisa lihat seluruh marga-marga orang asli Sulawesi Utara. Mulai dari A sampai Y, Z nya ga ada marga soalnya XDD

Lanjut kemudian kita makan malam di danau Tondano, kapan lagi makan makanan khas Tondano yee kan. Makanan yang kami pesan ga extrim-ekstrim amat kok. Menunya Keong sawah, daging burung belibis goreng pedas, ikan mujair Tondano dan cobain cap Tikus, araknya Manado. Wagelaseehhhhh cap Tikus, alkoholnya 35 % .. tampilannya jernih bening sekali, pas ditelan serasa dibakar tenggorokan. Yang lebih gokil lagi bisa dibakar langsung nyala api cap Tikusnya. Ga sanggup minum banyak-banyak takut teler. Tapi karena kami seharian aktif bergerak, minum sedikit tak apalah bantu supaya badan hangat, soalnya udara lumayan dingin di Tondano. Malamnya aku dan Tifa, beradu kentut karena cap Tikus hahahhah

Besoknya kita lanjut lagi menuju pasar extrim Tomohon yang terkenal itu, oh yaa, di perjalanan kami melewati Makam Tuanku Imam Bonjol. Jauhh banget yaa Belanda mengasingkan beliau sampai akhir hayatnya di Manado. Kota Tomohon jaraknya hanya sekitar 45 menit dari Manado. Siapinmasker kalau mau ke pasar Extrim buat yang ga tahan dengan bau amis dalam pasar penjagalan ini. Kalau aku sendiri sama sekali ga mual seperti kebanyakan teman-temanku karen sering ikutan hunting pasar, fokus cari angle foto dan komposisi foto. Pasar extreme ini memang pasar yang jelas-jelas menggantungkan aneka macam hewan mulai dari anjing, kalelawar, babi hutan, tikus hutam, ular bahkan kadang-kadang monyett! Seremm

Sampai aku bertanya dari mana asal mulanya ya orang-orang Manado suka makan-makan antimaintream begitu ?
Katanya dulu suku Minahasa banyak tinggalnya dalam hutan, jadi apa yang ketemu di hutan itu yang dimakan .. dan berlanjut kebiasaannya sampa sekarang.

Kemudian kami lanjut ke arah Bitung, menuju Taman Nasional Tangkoko, tempat hidupnya endemik tarsius. Tarsius adalah primata terkecil di dunia yang hidup endemik di Sulawesi.

Wahhh saya baru tauu kalau di TN Tangkokopunya varietas hewan yang sanagt banyak sekali. Ada lebih 200 jenis burung ada di Tangkoko. Ditemani oleh pak JOni,polisi hutan yang nyambi jadi guide, melalui beliau bisa mengenal sedikit TN Tangkoko.

Waktu terbaik melihat tarsius sebenarnya malam hari karena Tarsius itu hewan nocturnal. Pak Joni cerita kalau di TN Tangkoko setiap tahunnya didatangi para penelitu dan foografer wildlife BBC,NAtional Geographic dengan peralatan kamera yang besar dan lengkap mereka mengabadikan hewan-hewan liar di hutan. Semua yang kita liha di TV adalah hasil akhir usaha dari fotografe dan videografer yang penuh dedikasi.

Salut buat para fotogrfaer wildlife. Menunggu momen hewan dalam habitatnya. Kalau ga berhasil hari ini diulang lagi besok dan besoknya lagi. Supersabar dan teliti. Sore itu kami sempatkan keliling sampai ke ujung pantai batu Angus TN Tangkoko. Ternyata ada pantai berpasir hitam di sana. Ga terlalu lama keliling hutan, usaha buat ketemu tarsius berhasil juga. Tarsius senang tinggalnya di pohon yang berlubang. Hewan nocturnal kalau sing hari kerjaannya tidur siang.

Lucu, cute menggemaskan sekaliii tarsiusnya walaupun aku kurang berhasil mengabadikan tarsius .. tinggi bet di atas pohon .. perlu lensa tele untuk memotret hewan-hewan liar. Kerennnn deh pokknya Taman Nasional Tangkoko. Tapi justru peminat untuk melihat satwa liar di alam seperti ini bukanlah traveler Indonesia pada umumnya. BUle-bule Eropa yang justru lebih kepo datang berkunjung ke Tangkoko.

Aku baru tau juga ternyata Bitung adalah kota industri penghasil tuna terbesar di Indonesia. Ikan tuna jumbo-jumbo semua dan banyak dieskpor. Kami kenyang sekali cobain makan rahang ikan tuna di Bitung. Maknyossss rasanya.


Esoknya kami lanjut ke Taman Nasional Bunaken. Buat sobat backapackeran seperti kami berdua, ikut bergabung dengan open trip Bunaken sepertinya solusi yang cukup OK. Lumayan hemat dan bisa nambah teman. Bayar 200ribu, kita bisa island-hopping pulau Nain - Siladen - Bunaken. Jujur aku suka banget dengan pulau Nain .. cantik sekalii dengan gusung pasirnya. Laut bersih dan warna tosca. Wow banget buatku. Merasa beruntung sekali akhirnya bisa ke pulau Bunaken - Nain - Siladen. Tapi ada satu yang cukup disayangkan, kenapa mahal sekali paket diving di Bunaken? Sedih hiss, untung kantong pas-pasan seperti saya, cukuplah terhibur dengan freedive-freedive saja. Harga divingnya bisa 1jutaan/dives. OMG emosi, jiwa miskinku meronta. Next time ke Manado, semoga bisa cobain divingnya :D

Overall, aku suka sekali traveling ke Manado. Manado punya banyak tempat-tempat wisata yang Oke punya. Yang buat enak jalan di Manado adalah udaranya cukup sejuk, dengan tipe alam dataran tinggi dengan lebih dari 40 gunung-gunung api yang sebagian aktif. jadi ga heran, tanhanya supersubur. Kalau pernah dengar Festival Bunga Tomohon, festival bunga terbesar di dunia, itu letaknya hanya 1 jam dari kota Manado. Festival itu diikuti seluruh negara dan diadakan setiap tahun.

Punya waktu 4 hari di Manado rasanya kuranggg. Ada banyak hal yang menarik untuk dibahas di Manado. Di Tomohon contohnya, baru temukan kota yang jumlah gerejanya banyak sekaliiiiiiii. Sepanjang jalan kiri kanan ada gereja, selang 3 rumah kemudian gereja lagi .. gereja di mana mana! Belum lagi arsitektur gerejanya keren-keren. Sampai kita singgah buat foto satu gereja paling unik, karena punya 14ribu lambang salib di dalam dan luar. Megah dan mewah.

Keren deh Manado!

@daisyjuliaaa -


1 comments :

Hi Mba Daisy, Salam kenal ya. Thanks buat reviewnya, keren dan makin bikin saya mau ke Manado. Mba, kalau mau lihat foto - foto perjalanan mba di di Manado, bisa lihat dimana? Terima kasih.

Reply