Sunday, June 30, 2019


foto bareng nyong dan noni Manado
Salah satu kegiatan yang paling saya suka saat traveling adalah memperhatikan bagaimana keseharian orang lokalnya. Ga seru kalau datang ke satu tempat itu ga berbaur dan bergaul dengan orang lokalnya. Dari situ akan terlihat jelas sekali bahwa perbedaan itu nyata. Beda suku, beda agama, beda karakter dan itulah yang membuat warna-warni negeri kita ini bukan? Negeri kita ini memang kaya bukan main.

Salah satu kota yang menarik buatku adalah Manado. Akhirnya terwujud juga impian ke Manado, kota yang tersohor dengan Bunakennya yang mendunia. Selain itu, kota sejuk ini juga dilimpahi dengan penduduknya yang berwajah menawan dan rupawan.

Ga percaya ? Coba deh perhatikan kalau Sulawesi Utara ikut dalam kontes pemilihan beauty peagants, Putri Indonesia, Miss Indonesia, atau Miss Miss lainnya sudah bisa dipastikan, Sulawesi Utara akan jadi finalisnya bahkan pemenangnya. Ambil contoh : Kezia Warrow, Angelina Sondakh, dan banyak artis dan aktris beken dari Manado lainnya yang wajahnya ga asing di layar kaca. Siapa yang ga kenal Julie Estelle, Velove Vexia, Shandy Aulia, Angel Karamoy, Mikha Tambayong, Nana Mirdad, Stevan William, Ben Joshua, Nagita Slavina, dan masih banyaaaak lainnyaaaaaaaaaaa .. bener kannn cakep-cakep? Mereka itu keturunan Manado loh guysss :D

Makanya itu saya penasaran, gimana bisa?

Apakah rahasia kalian wahai pemuda-pemudi Manado ?

Ternyata Manado bisa dilimpahi dengan wajah-wajah rupawan begitu karena di masa lalu banyak sekali pernikahan campur saat zaman kolonialime Belanda dengan wanita asli Manado.

Gadis-gadis Manado di masa lalu banyak yang menikah dengan orang Belanda saat penjajahan Belanda di Indonesia. Itulah mengapa, percampuran darah dan wajah yang akhirnya menmbentuk rupa khas wanita terlihat sangat cantik seperti sekarang. Ditambah lagi letak Manado secara geografis berdekatan dengan Filipina. Sedikit banyaknya berpengaruh terhadap orang Manado sendiri.

Suku asli Manado menurut Wikipedia memang tampilannya seperti suku Mongol dengan warna kulit bersih, kuning kemudian perkawinan campur saat kolonialisme Belanda yang banyak berdampak sehingga banyaklah lahir anak cucu rupawan, cantik dan ganteng karena perkawinan antar ras.

Bahkan sampai melebar dan menguatnya penyebaran agama Kristen di Manado yang dibawa saat penjajahan. Penduduk Sulawesi Utara adalah mayoritas pemeluk agama Kristen Protestan 97%. Kalau kamu ke Manado, sempatkanlah jalan-jalan ke Tomohon, aku aja sampai terbengong-bengong melihat gereja kiri-kanan dan hanya berjarak 3 rumah kemudian ada gereja lagiiiiiiii .. gilaa banyak bgt!

Menariknya di Manado dengan 97% penduduknya adalah Kristen protestan, tapi banyaknya pendatang menjadikan kota ini cukup plural dan menjunjung tinggi kerukunan antaragama. " Torang semua Basudara" Kita semua saudara. Tagline kota ini yang sering terdengar di kota Manado dan tak jauh dari kota Manado, sekitar 3 jam di Bukit Kasih ada 5 rumah ibadah dibangun sebagai tanda kerukunan antarpemeluk agama di Sulawesi Utara. Berbeda-beda tapi satu juaaaa.

Oh ya, kolonialisme Belanda di Manado juga mempengaruhi gaya hidup orang Manado yang cenderung terbuka pada pendatang dan lebih kebarat-baratan menurut pendapatku pribadi yaa.

Menyenangkan sekali travelingku ke Manado, banyak cerita, pengalaman dan ilmu baru. Termasuk ilmu untuk cari jodoh, jadi cocoklah ya ungkapan kalau mau perbaiki keturunan yaa, cari jodoh yang jauh, bahkan beda rasnya, kemungkinan besar akan berhasil!

HAHAHA itu hasil riset ecek-ecek guyss .. boleh setuju boleh tidak  :)))

@daisyjuliaaa - yang hobinya sekarang suka mengamati orang

3 comments