Tuesday, July 30, 2019

Tahun ketiga tinggal di Makassar, baru kali ini kesampaian untuk melihat acara tahunan Makassar International Writer Festival. MIWF 2019 diadakan pada 26-29 Juni 2019 lalu di kawasan Benteng Rotterdam. Acara MIWF ini sudah memasuki tahun ke 9 sejak diadakan 2010 lalu.

MIWF 2019 ini bisa dikatakan spesial dan lain dari acara lainnnya karena komitmennya sebagai acara dengan target zero waste selama 3 hari berlangsung. Panitia MIWF mengangkat isu sampah dengan sangat gamblang. Dimulai dari booth makanan hanya menggunakan kemasan biodegreable, no plastic, kalau belanja pake totebag, gelas minum biodegreable dan masih banyak lain.

Patut diapresiasi sekali usaha pada panitia acara menjaga taman di Rotterdam bebas dari sampah. Yang paling berkesan adalah kehadiaran Aira setiap malam mengumumkan hasil pengumpuan sampah selama acara berlangsung.
"Selamat malam kakak, kakak .. malam ini Aira akan mengumumkan pengumpulan sampah selam satu hari ini, Timnya Aira berhasil mengumpulkan 1 botol 660 ml puntung rokok sebanyak 300 puntung dan sampah sebanyak 5 kg yanga akndiubah menjadi 10 ecobrick. Aira minta tolong supaya jangan buang sampah sembarangan ya! " dan kemudian akan diiringin dengan tepukan tangan penonton kagum dengan kerja keras Aira dan timnya.

Acara MIWF 2019 mendatangkan 50 penulis-penulis kondang dan sangat menginpisrasi di bidangnya. Walaupun ini sarat dengan acara sastra, tapi banyak kok acaranya yang berat-berat amat. Kita bisa memilih berbgai macam panel diskusi dengan pembicara yang keren-keren bgt! Dan tentu sajapanel-panel diskusi yang aku ikuti ke bidang traveling hehhe, ikut workshopnya mis Trinity Traveler, travelwriter yang sukses berat menerbitkan 15 buku-buku travelingnya. Saya bahkan memebawa 8 seri Naked Traveler untuk ditandatangani miss T .. senengnyaaaa hatikuu :)))

Saya hanya mengikuti acara MIWF 2 hari saja, acara pembukanya skip, sepeertinya seru acara pembukanya. MIWF 2019 adalah acara yang menyenangkan, sarat ilmu-ilmu baru, ajang berkumpul dengan banyak penulis-penulis keren di Indonesia dan luarngeri, wajib sekali diikuti tiap tahun.

Di malam kedua MIWF, acaranya dimulai jam 8 malam, mendengar kuliah 7 menit dari Profesor tentang Wallacea. Seorang ahli Biologhi asal Inggris yang bnayak berjasa untuk mengidentifikasi fauna dan mengelompokkannya, sehingga muncullah istilah garis Wallacea. Setelah itu dilanjutkan dengan penampilan mbak Reda Gaudiamo, membawakan puisi dengan indah sekali. Wahh gilaaa, dia berhasil membuai kami dengan lirik-lirik indah puisi satu Rotterdam. Reda Gaudiamo membawakan musikalisasi puisi dari Sapardi Joko Darmono, hujan di bulan Juni dan masih banyak lagi. Setelah dengan mbak Reda, saya langsung otw youtube mendownload lagu-lagu puisi beliau. Suara yang merdu, syahdu sekali.

Malam ketiga MIWF, penampilan para sastrawan dari Malaysia. Mereka menari, berpuisi dan berekspresi sebebasnya. Asli kereeennn sekali! Apalagi didukung lighting di panggung MIWF oke punya, jadi ga bosan melihat pertunjukkan di panggung .. ternyata eh ternyata, panitia mendaur ulang botol-botol plastik jadi dekorasi panggung.

Acara kemudian ditutup dengan pemberian penghargaan kepada tim kebersihan yang sudah bekerja keras menjaga kebersihan di MIWF 2019. Saya sungguh kagum kepada ketua panitia MIWF, ibu Lili Yulianti yang tulus hati bekerja keras mengadakan acra MIWF setiap tahu. Saya baru tahu kalau MIWF ini adalah acara independent tanpa support pemerintah. Semua pembiayaan dilakukan gotong royong oleh rakyat, dari rakyat untuk rakyat.

Saya benar-benar menikmati setiap kata yang diucapkan oleh ibu Lily Yulianti, sangat mengggugah hati. tidak bosan mendengar beliau bercerita lebih dari 1jam. She is truly a great leader. A leader, the one who encourages you, the role model yang berani bersikap dan bercita-cita tentang MIWF dan meminimalkan sampah. Semoga sehat dan selalu berbahagia bu

Dan yang lebih spesialnya MIWF 2019 ini, sangat menyuuport temen-teman kita yang disabilitas. Saya bahkan ikut kelas sorenya untuk belajar bahasa isyarat.
Sepanjang acara MIWF malam hari akan ada kakak-kakak interpreter yang mengartikan setiap kata untuk teman-teman tuna rungu. Jadi acara ini bisa diikuti siapa saja. Makin kagum saya pada panitia MIWF

MIWF 2019, saya sungguh belajar banyak hal, terimakasih yaaa!  Sampai ketemu 2020

@daisyjuliaaa - forever be a student




Post a Comment: