Saturday, January 6, 2018


Sabtu pagi di kota Gorontalo, saya sudah bersiap-siap menuju Benteng Otanaha. Mudah sekali menemukannya berkat GPS dan bertanya ke penduduk sekitar. Jaraknya sekitar 8 km dari pusat kota Gorontalo. Sudah banyak petunjuk arah menuju benteng peninggalan Portugis ini.  






Yupsss, bangsa Portugis masuk ke dalam daftar dari negara yang pernah menduduki Indonesia. Portugis ini pernah menjadi bagian sejarah dari Indonesia. Benteng Otanaha merupakan saksi sejarah dari perjuangan masyarakat Gorontalo pada saat itu ketika berperang melawan Portugis.





SEJARAH BENTENG OTANAHA 

Benteng Otanaha mempunyai tiga bangunan yang masing-masing diberi nama yaitu Otanaha sebagai benteng utama, Otahiya dan Ulupahu untuk benteng dua lainnya. 

Otanaha sendiri berasal dari bahasa setempat dimana Ota yang mempunyai arti benteng dan Naha yang merupakan nama anak dari Raja Ilato yang menemukan kembali benteng ini. Benteng ini dahulu dibuat atas kesepakatan antara Raja Ilato dan Bangsa Portugis yang saat itu tiba di Gorontalo. Benteng dibuat dengan tujuan sebagai benteng pertahanan dari serangan musuh. 

Namun, Portugis pada akhirnya tidak menganggap kesepakatan tersebut dan berniat mengambil alih kekuasaan di Gorontalo. Raja Ilato beserta masyarakat Gorontalo pun berperang melawan Portugis untuk mempertahankan wilayah Gorontalo. Setelah Portugis berhasil diusir dari Gorontalo, benteng ini digunakan sebagai benteng pertahanan oleh raja-raja selanjutnya.

 Hal unik lainnya yang terdapat di benteng ini adalah pada proses pembuatannya, batu-batu yang menjadi material utama untuk membangun benteng ini direkatkan dengan putih telur burung Maleo yang merupakan burung endemic Sulawesi. 




Benteng Otanaha ini letaknya bersebelahan dengan Danau Limboto.




Untuk mencapai benteng Otanaha, siap-siap kakinya harus kuat, soalnya harus mendaki 351 anak tangga. Kalau kelelahan, sudah ada kok disediakan empat titik pesinggahan yang dapat digunakan untuk beristirahat sejenak menghirup udara segar perbukitan dan Danau Limboto. Dan kalau malas menaiki anak tangga, bisa juga pakai sepeda motor atau mobil hingga area parkir yang terletak tepat di bawah benteng utama.






ditemanin guide cilik di Otanaha

Seru deh ke benteng Otanaha, ke sana bertemu dengan adik-adik ini dan mereka yang jadi teman perjalanan yang baik banget .. diajakin ke Museum Pendaratan Pesawat Amfibi Soekarno, tapi terpaksa harus aku tolak karena mau ke Desa Bongo. 

See youuu next time adik-adik :))

@daisyjuliaaa - she found one more a good place with good people . 

Post a Comment: