Sunday, April 28, 2019




Banda Naira must do: spices tour 

"Selamat datang di Naira dijee" sapa ramah Ayu, sesaat setelah aku turun dari kapal Pelni Ngapulu

"Makasih Ayuu .. akhirnya yaa. Sampai di Banda Naira gaessss hehehehe" mataku binar-binar sampai juga di pulau Naira. 

Benar-benar kaya mimpi nih. Udah lama impian ku pengen ke Banda Naira. Ga ngerti kenapa Banda Naira itu buatku begitu misterius, sangat perlu perhitungan matang apalagi buat backpacker seperti saya.

" Okeee .. Kamu istirahat dulu ya di Delfika. Ini kamar kamu." Lanjut Ayu 

Penginapan kami di Banda Naira adalah Delfika Guest House. Interiornya mirip seperti kembali ke rumah opung di Medan. So vintage. Feeling at home. Plusnya lagi di Delfika sangat dekat ke mana-mana. Lucky us!

Setelah beres-beres, mandi dan makan siang, Ayu yang baik hati ini mengajak kami berdua ikut private trip ' spices tour' ke pulau Banda. Dia ada job untuk jadi tour guide selama 2 jam. 

" Jam 3, aku ada spices tour .. kamu ikutan aja yaa bareng dengan Lila" tambah Ayu

Okeee siap laksanakan

Spices tour ini wajib sekali diikuti. Melihat sejarah rempah-rempah di pulau Banda. Perkebunan pala dan cengkeh yang tumbuh subur jadi saksi betapa hasil bumi ini pernah menjadi primadona perdagangan dunia.

Karena ini akan treking, pake kaos dan sendal gunung supaya nyaman saat spices tour.

Perjalanan ke pulau Banda sekitar 20 menit dengan kapal. Kita berlayar melewati gunung Banda yang megah itu .. lautnya tenang sekaliiii saat kapal membelah laut Banda.

"here we will see spices and holalandia fort. We Will see homemade of spices " terang ayu pada traveler-traveler Eropa. 
Believe me or not. Banda Naira ini justru lebih terkenalnya di kalangan traveler Eropa daripada Indonesia sendiri.

Di zaman dulu, pala dan cengkih adalah komoditi primadona Maluku yang sangat dicari-cari oleh negara Barat.

Belanda dengan pendudukan VOC, perusahaan penjualannya memonopoli perdagangan pala dan rempah-rempah di Maluku .

Spices tour dengan Ayu ini seru sekali. Dia memang leader trip yang cool. Ayu panjang lebar menjelaskan asal-usul sejarah kebun pala, tentang sumur suci, tentang benteng Holandia. 

Di akhir spices tour ini kami diajak untuk 'afternoon tea' menunya teh dengan kayu manis Banda Naira, kopi dan teh ditambah dengan cinnamon cake. 

Kami juga berkesempatan untuk beli beberapa cengkeh dan pala sebagai oleh-oleh langsung dari kebunnya pak petani. 

Menyenangkan sekali mengikuti spices tour bareng Ayu. Baru hari pertama udah banyak aja dapat ilmunya.  Me likeee ittt

The more i know .. the deeper my love to Indonesia

@daisyjuliaaa - a forever student 




















Post a Comment: