Monday, April 29, 2019

MADE IT TO BANDA NAIRA 

Akhirnya yaaa, checklisted jugaaaaa destinasi favorit yang satu ini. Penuh perjuangan, drama dan emosi hingga akhirnya bisa sampai ke Banda Naira. Sama persis seperti yang dikatakan Ayu, kalau niat ga bulat betul, ga akan sampai-sampai ke Banda Naira. Somehow saya percaya karena baru saja mengalaminya.



Jadi gini ceritanya, awal Januari lalu, saya sudah cerita ke temen-temen trip saya, pengen sekali ke Banda Naira dan ternyata banyak juga yang sama niatnya pengen ke Banda Naira. Akhirnya terkumpullah 8 orang teman yang mau jalan bareng bulan April 2019. Tanggalnya masih nunggu kejelasan karena mau sekalian cocokin dengan jadwal libur. Tapi ternyata semakin mendekati hari, semakin ga jelas teman-teman yang ikut, sampai tidak ada yang tersisa dan tinggallah aku sendiri. Hiksss semuanya ga jadi ke Banda. KZL maksimal! Sampai sekarang aku masih BT sama temen-temenku tukang PHP itu :(((

Sempat kepikiran menyerah juga, bahkan udah datengi kantor Lion untuk refund tiket. Oh NO, Rugi sekali. Ogah bgt gue setor uang 600ribu dan ga dapat apa-apa. Akhirnya aku tekad bulat dan berdoa terus sama Tuhan dibukakan jalan, mau solo backpacker ke Banda Naira. 

Setelah ubek-ubek teman grup. Japri sana sini, sampai susah tidur akhirnya H-1 tiba di Ambon akhirnya dapat kejelasan travelmate ke Banda Naira. Puji Tuhan Maha Baik, akhirnya @Lilagastia-lah travelmateku ke Ambon - Banda Naira. HAHHAHAHA .. Ada banyak cerita kocak, sedih, meringis sama Lila.

Enaknya backpakeran ke Banda Naira adalah kita bebas tentukan mau ke mana, bebas mau ngapain aja, bebas jadwal itinerarynya. Bisa aku katakan, solo backpacker bisa bangettttloh ke Banda Naira. Seriusan :))))

Karena di awal perjalanan rencana sudah dikecewakan, jadi harapan untuk apa yang terjadi di Banda Naira, aku set serendah-rendahnya. Ga mau ekspektasi tinggi lagi, terserah Tuhan saja mau kasih keberuntungan apa di Banda .. hahahhaha pasrah sudah guyss dan it worked guys!

Karena sudah ikhlas ga berharap apa-apa, justru ada banyak keajaiban yang aku alami selama 9 hari berkelana Ambon - Banda Naira. Beruntung bertemu teman-teman superbaik hati. Bertemu bang Ammang dan kak Ella, diajak ke Air terjun Ureng, singgah ke Fort Amsterdam, benteng peninggalan Belanda di Ambon, makan durian di kota Leihitu, singgah di desa Allang, namanya mirip dengan nama temenku,



Di Banda Naira, ketemu Ayu dan terkagum-kagum dengan visinya memberdayakan wanita-wanita punya skill, jadi bisa menghasikan uang sendiri dalam keluarganya, yang pastinya Ayu ingin  membawa Banda Naira jadi lebih baik.

Di Banda Naira ketemu dengan geng anak-anak WWF,  Sasi, Azizah, Sastri yang kerjanya mereka itu bener-bener go green dan sadar lingkungan.

Selama 9 hari perjalanan di Maluku ini menyenangkan sekaliiiiiiiiii .. aku suka sekali dengan kepulauan Banda. Mengunjungi tempat bersejarah, rumah pengasingan Bung Hatta, rumah Sjahrir, Benteng-benteng Belanda, ke perkebunan pala, cengkeh, kacang kenari. Bisa berkesempatan diving di pulau Hatta yang amazing indah sekaliiiii, duduk berjam-jam bengong cantik memandang gunung Banda. Naik sepedaan keliling pulau Naira. Lihat sunset dari benteng Belgica. Belum lagi bisa berkenalan dengan nyong-nyong diver yang manis-manis. Bisa berkenalan dengan banyak sekali traveler Eropa. Heran sendiri deh saya, kenapa yaaa Banda Naira itu justru lebih terkenal di kalangan traveler Eropa daripada traveler Indonesia sendiri.





Memory di kepalaku semuanya indah dan manis di Banda Naira, pas juga saat datangnya di laut teduh, jadi ga ada tuh cerita ombak tinggi apalah-apalah yang sering dialamin orang-orang. Perjalanan datang dan perginya mulus sekali.


Sampai akhirnya, Jumat siang 19 April 2019, kapal pelni sudah datang menjemput, sudah waktunya kami akan kembali ke Ambon. Masa udah balik aja yaaa? TAK TERASAAAA.

Kayanya ga berasa apa-apa deh liburan di Banda Naira hahahha .. butuh 2 minggu deh guyss, supaya terasa liburannya. Banda Nairaaaa beta su rindu ...



Bersama dengan Lila, lanjut lagi keliling Ambon selama 2 harian full. Untung bangeeeeeeett ada Lila yang baik hati, rajin traveling yang jadi travelmateku. Kita kemudian ke pantai Liang, pantai Natsepa dan cobain rujak Natsepa yang terkenal itu. Ada yang kocak di pantai Natsepa, udah jauh datang ke Ambon yaa,sore-sore lagi nunggu sunset, kedengaran aja, suara penyanyi batak lagi nyanyi dengan merdu .. ternyata ada pesta syukuran hehehhehe. Mau bilang horas amang-inang jadinya :D

Sore itu langit sedang berawan tebal di pantai Natsepa, jadi belum dapat sunset yang cucoo'. But its OK. Sudah cukup dengan melihat laut dan perbukitan kota Ambon yang belum tau kapan lagi bisa didatangin. Simply just enjoy the view. 




Liburan yang maniiiiiiis sekali di Ambon dan Banda Naira. Bersyukur bisa punya pengalaman dan memory di Ambon ... semoga suatu saaat bisa kembali lagi ke sana :)))

The more we explore, the smaller we feel. Travel is a humbling 
and awe-inspiring experience that transcends soscial culture and expands the minds 

@daisyjuliaaa - travel made her to be a storyteller ~


Post a Comment: